Semuanya seperti itu, sulitku menjelaskan semua agar kamu bisa melihat dengan nyata yang engkau harapkan. ingin rasa ku menyelam kedasar keyakinan mu dan ku bisikkan di memori perasaanmu yang tak akan melupakan dan yakin lagi seperti awal kau tau siapa aku.
Malu,
kata itu kini menjadi penjelas setiap ku ingin berkata pada mu.
apa hidup ini adalah pengulangan, atau kah memang saya sendiri yang selalu berayun di langkah hidup yang salah dan menjatuhkan di kondisi yang buatku mengucapkan "maafkan aku" yang kesekian kalinya.
![]() | |
| kebodohanku |
Lalu,
kucoba menjadi seperti tak tau dengan apa yang kuperbuat karena sesungguhya memang kutak ingin lakukan itu, namun kuseperti menjadi wadah air yang terisi dengan rasa bersalah yang semakin lama semakin menyelinap kedasar ketidakmampuan dan buat semuanya terluap ke yang tak termasuk dalam tulisan ini.
Pergi,
bukan engkau yang inginku pergikan, namun semua yang bisa membuatmu hilang yang ingin kusirnahkan.
" jika itu memang terbaik untuk dirimu, walau berat untukku pisah denganmu, hapus sudah air matamu, aku mengerti ini bukan maumu, ini bukan inginmu" . . .
lirik lagu itu yang kau kalimatkan kepadaku ,berat ku meng_iyakan semuanya, begitu benyak bekas yang kutinggalkan yang tak akan terhapus.
Berharap kita bahagia tak selalu terjawab dengan sama

hmmmm,,,g jelas kyk orngnya :P
BalasHapus