Jumat, 23 Desember 2011

Relakan

jangkeng.
Seperti kata itulah yang akan tersampaikan padamu lewat sikapku. terlalu munafik bila ku harus mengatakan aku tidak peduli dan terlalu bohong juga bila ku katakn aku tak bisa tanpamu.


Layaknya awan cerah yang mengindahkan langit biru bumi kita, namun melihatnya terus seperti adalah tidak munkin, banyak cerita lain yang akan datang lagi. dan membiarkan awan cerahnya pergi dengan ikhlas adalah kebohonganku, dan kuta ku harus jujur kurelakannya ia pergi meski ku tak ikhlas. 

Jejak langkah hidupmu yang pernah dalam satu jalur dengan langkahku, akan  mengindahkan cerita kenanganku di hari esok, meski nantinya sedikit menyedihkanku di kala ku sadar ku pernah tak mengikhlaskan mu.




Diaman kau sekarang ?
bukan ragamu yang kutanyakan . . .





saat ini . . .
24-12-2011 ( 14 : 15  WIT )
Ku duduk didepan layar tempat dimana ku bisa sedikit tersirnahkan dari semua tanda tanyaku, dan tempat dimana ku torehkan tulisan ini, sesekali ragu ketika jari-jari ini bergerak merangkaikan yang sebenarya tak harus di torehkan melalui ketikan. tapi biarlah, ini sedikit melegahkan ku . . . 
Melangkahkan fikiran positif dalam garis ketidak pastian , Menggantikan tanda tanya(?) cerita dengan koma(,) yang memberikanku kemungkinan menjabat tanda Titik(.) di akhir semua ini.

Low Battery menyadarkan ku untuk meberhentikan jemari ini menari dia atas papan keyboard yang kutau ingin mengatakan padaku "aku lelah menjadi panggung jemarimu " , namun alhahamdulillah karena keyboard tak bisa bicara, , , hehehe

Perpisahan pun mengakhiri perjumpaan kala kita bertemu,
begitu pun engkau yang pergi dan munkin tak kembali,
Namun yakinlah perpisahan bukan tanda titik(.) perkenalan . . .

see u next time...

Tak jelas

Semuanya seperti itu, sulitku menjelaskan semua agar kamu bisa melihat dengan nyata yang engkau harapkan. ingin rasa ku menyelam kedasar keyakinan mu dan ku bisikkan di memori perasaanmu yang tak akan melupakan dan yakin lagi seperti awal kau tau siapa aku.

Malu,
 kata itu kini menjadi penjelas setiap ku ingin berkata pada mu.
apa hidup ini adalah pengulangan, atau kah memang saya sendiri yang selalu berayun di langkah hidup yang salah dan menjatuhkan di kondisi yang buatku mengucapkan "maafkan aku" yang kesekian kalinya.
kebodohanku 

Lalu,
kucoba menjadi seperti tak tau dengan apa yang kuperbuat karena sesungguhya memang kutak ingin lakukan itu, namun kuseperti menjadi wadah air yang terisi dengan rasa bersalah yang semakin lama semakin menyelinap kedasar ketidakmampuan dan buat semuanya terluap ke yang tak termasuk dalam tulisan ini.

Pergi,

bukan engkau yang inginku pergikan, namun semua yang bisa membuatmu hilang yang ingin kusirnahkan.
" jika itu memang terbaik untuk dirimu, walau berat untukku pisah denganmu, hapus sudah air matamu, aku mengerti ini bukan maumu, ini bukan inginmu" . . .  
lirik lagu itu yang kau kalimatkan kepadaku ,berat ku meng_iyakan semuanya, begitu benyak bekas yang kutinggalkan yang tak akan terhapus.

 Berharap kita bahagia tak selalu terjawab dengan sama


Kamis, 22 Desember 2011

hari ini


terbangun dari tidur d jam 5 , diam teringat akan keberadaanmu kala kita dalam ruang yang sama, beranjak bangun dengan berawal meninggalkan tentang bayangmu, membasuh wajah dengan berharap esok kita kan bersama lagi,

mom, kutelat mengucapkan hari ibu pd mu, namun kutau bahwa mengatakan aku kangen padamu tak harus kuktakan di hari kemarin.

bagaimana keadaanmu, adalah pertanyaan yang sekarang ada pada ku, smoga keadaanmu seperti apa yang kuharapkan, dalam lindungan dan alunan kasih Allah SWT.

mom, i love you . . . 
miss you !!!



(itu ceritaku hari ini, cerita mu apa ??? )

Selasa, 20 Desember 2011

kebenaran

sllu yang ingin kita akui atau ikuti hruslah bersifat rasional , dalam hal ini adalah kepastian. kebenaran selalu memiliki arti yg berbeda dari tiap pandangan individu, dan itu adalah kebenaran. sesunguhnya kebenaran adalah apa yang mampu membuat kita meyakini. namun terkadang keyakinan ini tak menjadi kebenaran di mata individu lain.
keyakinan umum tak selalu menjadi tolak ukur suatu kebenaran  , mengetahui hal yg salah bagi orang lain adalah juga merupakan kebenaran juga,namun bersifat pribadi.
"apa yg kuktakan adalah kebenran,dan jika bgimu itu bukan kebenaran maka yg kuktakan tetaplah menjadi sebuah kebenaran bagiku".

kebenran adalah sesuatau yg di yakini yg di peroleh dan memiliki pembuktian, atau dengan kata lain smua indra yg kita memiliki dapat menagkap kebenaran itu. it menurutku.
yang terpenting adalah, jgn memaksakan org untuk mengakui kebenaranmu karena setiap  orang memiliki kebenaran masing-masing.

see you next time . . .